Tampilkan postingan dengan label Ahmad Mahadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahmad Mahadi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Juli 2011
Sabtu, 25 Juni 2011
Kamis, 23 Juni 2011
Malam terakhir di Mekkah
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Pagi menjelang subuh pkl 1.00 AST – 6.00 WIB
Wajah cantiknya semakin tersapu oleh dinginnya malam, lengkungan garis hitam dibawah matanya menandakan level kantuk yang luar biasa. Tapi gadis itu masih asik saja bersentuhan dengan laptopnya, di hotel itu ia menghabiskan sisa malam yang memang sudah hampir habis. Tubuhnya berulang kali berteriak “AYO TIDUR!!!. Tapi gadis manis itu tak mampu menrealisaskikan keinginan tubuh, ada sesuatu yang selalu membuatnya tak bias hidup normal, sesuatu INSOMNIA.
Malam sangat akrab, seakan dia yang paling memahami ingin malam, rasa malam, wangi malam.
nasi padang
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Waktu saya tanya tentang rasa nasi padang jawaban kebanyakan orang jawaban mereka seragam "pedas", tentu kalo ga pedes ya bukan nasi padang, kalo manis berati gudeg jogja. Bukan kurang kerjaan loh tapi saya memang penasaran sama yang namanya nasi padang ini. Dimana-mana selalu ada nasi padang, apa ya yang bikin orang suka banget sama nasi padang?.
maaf dunia tulisan
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
masih ingatkah kalian kata-kata?
masih ingatkah kalian kalimat?
masih ingatkah kalian sajak bersambung?
masih ingatkah kalian makna dalam runtutan kata?
masih ingatkah kalian puisi?
masih ingatkah kalian cerpen?
masih ingatkah jika kalian yang dipertanyakan hidup, ingat akan aku yang menjadi bagian dari dunia ini. maaf aku menghilang.
sudikah kalian memaafkan?. menerima pembuangan otakku ke dalam dunia ini lagi. karena ini yang membuatku dan kalian cerdas bukan?.
Raihan ilmu
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Kemarin tepatnya dua hari yang lalu saya sempat dikejutkan oleh kejadian mistis yang dimana ada seseorang yang tertawa dari balik jendela kamar saya, kebetulan kamar saya langsung berhadapan dengan garasi luar rumah. Spontan saja (wajar) saya berteriak lalu kemudian berlari ke luar kamar. Ketika itu malam hari sekitar pukul 2 dini hari, hal tersebut menyebabkan saya tidak lagi dapat terlelap hingga subuh tiba.
Rabu, 22 Juni 2011
antara hati, fikiran, dan kenyataan hidup..
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Di jalan surapati 91, di depan toko RAD production, menunggu toko ini seperti dibuka. Kesal sebenernya karena seharusnya toko ini sudah dibuka sejak jam 9 tapi jam 10 belum belum juga dibuka. Kesal, karena harus memundurkan waktu dari rencana awal, seharusnya semua ini sudah selesai.....
Tapi inilah hidup, tidak semua sesuai dengan rencana kita, terkadang sesuatu lebih baik tanpa kita sadari makna yang lebih baik terkandung dalamnya.
kenapa?. kaena kita manusia karena nafsu dan emosi sifat dasar kita manusia.
pagi dan memori
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
subuh di pagi // menanti datangnya pagi yang nyata // sementara gelap mulai mengalah untuk pagi yang datang satu persatu // menerobos celah langit dan sebagainya // sementara subuh ku untuk Tuhan telah terlaksana selayaknya hamba bersimpuh untuk Tuhan di subuh tiba // mata belum ingin terlelap // ada sesuatu di baliknya // yang ingin terungkap // berkata untuk ingin diungkapkan sebelum kita pindah alam katanya // sesuatu yang akan menganggu indahnya bermimpi // tak ada jalan lain // mari menulis // ini prolog...
ku harap esok...
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Pertama kalinya lagi aku seperti ini, seperti kacau semacam tak bisa lepas dari sesuatu yang entah itu apa entah aku tidak mengerti. Sejak beberapa hari yang lalu semua terasa lancar, sangat lancar. Menulis seperti membalikan tangan, merasakan sesuatu untuk kemudian menuangkan nya dalam tulisan sangat mudah untukku. Tapi kini semua berbeda sangat berbeda, semua terasa sulit untuk tidur pun sulit apalagi menulis atau membuat cerita. Yang memang ku sadari hal tersebut membutuhkan hati yang bersih dari segala hal, jiwa yang tenang, tubuh yang fit. sementara sekarang ada sesuatu yang membuat otakku kehilangan sentuhan nya. <


believe..
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|

Note ini kembali saya ciptakan dan kembali hanya untuk manusia-manusia yang berhati dan berakal jernih.
note yang satu ini adalah lanjutan daripada note saya yang telah berlalu karena itu bagi pembaca yang belum mengerti silahkan baca dulu note saya yag berjudul "hari ini...kemarin...esok.....dan....seterusnya.
oke..mari kita lanjutkan...
kemaren..hari ini...besok...dan seterusnya...
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|

Note ini sebenarnya saya ciptakan buat kamu-kamu yang merasa manusia dan merasa masih punya yang itu akal dan pikiran. Kenapa eh kenapa????
karena note ini akan mempunyai maksud dan tujuan buat kamu-kamu yang akal dan pikirannya masih sering dibuang-buang percuma.
"Percuma???loh kok????apa maksud nya?" tanya seorang pembaca
lonely night..
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
malam datang berselimut dingin, warna pekat menambah pekat suasananya tapi aku tak takut duduk bersimpuh di halaman depan. Sebatang rokok ditangan segelas kopi menambah kehangatan, ini luar biasa hanya aku dan malam juga dirinya yang tak tersentuh.
sepi malam membantu aku berfikir masuk jauh ke dalam dunia aku tentangnya. Dia disini malam ini selalu disini di ruang fikiran ku lalu turun jauh ke sebuah ruang khusus di hati ku, dibawah langit yang sama ku tau dia ada belum terlelap malam ini.
Dia berkata, aku tak siap egoku masih mengalahkan rasa ku. Itu pesannya malam ini, ku berlari membuka pintu hati. Kusampaikan kabar ini, hatiku mengeluh lalu aku luruskan. Tak boleh kataku, cinta bukan sesuatu yang dapat dipaksakan. Dia bahagia dengan kondisinya saat ini, itu bahagianya. Kita tak berhak merusak nya hanya karena ego. Cinta bukan milik kita cinta milik ALLAH SWT, saat ini belum... mungkin nanti atau takkan pernah... karena cinta lain yang lebih pantas. Itu dia cinta tak termiliki datang dan pergi sesuka hati. do'akanlah saat jauh jagalah saat dekat. Lalu bagian hati ini tersenyum lagi kuat lagi .
Ku tengok akan ruang ini setiap malam yang masih hanya satu bagian hati di dalamnya. Tergolek lemah sudah seperti menanti pasangan hati nya yang belum kunjung tiba, sabar ku berkata, semua ada jalannya, semua punya waktunya. Kututup ruang itu berharap esok ada pesan dia datang meski hanya menengok saja atau esok memberikan seluruh bagiannya hingga semua sempurna, tak ada yang kira.
dia pasangan hati...
terima kasih malam untuk sepinya. sehingga tulisan ini terwujud.
Ahmad Mahadi
sepi malam membantu aku berfikir masuk jauh ke dalam dunia aku tentangnya. Dia disini malam ini selalu disini di ruang fikiran ku lalu turun jauh ke sebuah ruang khusus di hati ku, dibawah langit yang sama ku tau dia ada belum terlelap malam ini.
Dia berkata, aku tak siap egoku masih mengalahkan rasa ku. Itu pesannya malam ini, ku berlari membuka pintu hati. Kusampaikan kabar ini, hatiku mengeluh lalu aku luruskan. Tak boleh kataku, cinta bukan sesuatu yang dapat dipaksakan. Dia bahagia dengan kondisinya saat ini, itu bahagianya. Kita tak berhak merusak nya hanya karena ego. Cinta bukan milik kita cinta milik ALLAH SWT, saat ini belum... mungkin nanti atau takkan pernah... karena cinta lain yang lebih pantas. Itu dia cinta tak termiliki datang dan pergi sesuka hati. do'akanlah saat jauh jagalah saat dekat. Lalu bagian hati ini tersenyum lagi kuat lagi .
Ku tengok akan ruang ini setiap malam yang masih hanya satu bagian hati di dalamnya. Tergolek lemah sudah seperti menanti pasangan hati nya yang belum kunjung tiba, sabar ku berkata, semua ada jalannya, semua punya waktunya. Kututup ruang itu berharap esok ada pesan dia datang meski hanya menengok saja atau esok memberikan seluruh bagiannya hingga semua sempurna, tak ada yang kira.
dia pasangan hati...
terima kasih malam untuk sepinya. sehingga tulisan ini terwujud.
Ahmad Mahadi
Hanya tentang pagi ini
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
Hanya tentang pagi ini banyak tentang dunia yang dapat menjadi sebuah cerita atau hanya ungkpakan belaka tak bermakna. Itu awal dari yang tanpa makna, seperti Dinda selalu mengawali hari dengan menatap dunia meski hanya pagi saja.
Pagi itu pukul 9.00, dinda bangun dari solat subuhnya, menatap langit-langit kamarnya, otaknya menerawang tentang hari ini. Setengah dirinya masih disana di dunia antah berantah, pecahan mimpi masih berlari dalam benaknya, oh ya tadi itu tentang dunia taun 2050, fiksi lagi pikirnya. Lalu dinda duduk terpaku, kamarnya masih seperti tadi malam ketika ia tinggal tidur. Satu gelas berisi teh yang belum habis diminum, masih begitu menjadi sarapan untuk semut. Buku-buku tergeletak begitu saja, hanya AL-Qur’an yang tetap bergeming, maaf tuhan ucap dinda dalam hati.
Pagi itu pukul 9.00, dinda bangun dari solat subuhnya, menatap langit-langit kamarnya, otaknya menerawang tentang hari ini. Setengah dirinya masih disana di dunia antah berantah, pecahan mimpi masih berlari dalam benaknya, oh ya tadi itu tentang dunia taun 2050, fiksi lagi pikirnya. Lalu dinda duduk terpaku, kamarnya masih seperti tadi malam ketika ia tinggal tidur. Satu gelas berisi teh yang belum habis diminum, masih begitu menjadi sarapan untuk semut. Buku-buku tergeletak begitu saja, hanya AL-Qur’an yang tetap bergeming, maaf tuhan ucap dinda dalam hati.
Malam....
Posted by Freaking Writer
| On:
,
|
malam kembali datang dengan segala milik-Nya...
aku masih disini mungkin dia tidak, entah pergi atau tak peduli...
malam kembali datang dengan segala sepinya....
semakin terbentuk nyata tentang sendiri....
malam kembali datang dengan dinginnya...
menusuk sebagian diri yang takut akan sunyi...
malam kembali datang seiring waktunya...
berikan ruang untuk menjelajah tentang diri ini nanti...
aku masih disini mungkin dia tidak, entah pergi atau tak peduli...
malam kembali datang dengan segala sepinya....
semakin terbentuk nyata tentang sendiri....
malam kembali datang dengan dinginnya...
menusuk sebagian diri yang takut akan sunyi...
malam kembali datang seiring waktunya...
berikan ruang untuk menjelajah tentang diri ini nanti...
Langganan:
Postingan (Atom)






















